Beragam Keuntungan Menggunakan Terapi CAPD untuk Pasien Ginjal Kronik
27 Januari 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu - Dari sekian banyak pilihan terapi pengganti ginjal, continuous ambulatory peritoneal dialysis (CPAD), menjadi pilihan terbaik karena memiliki berbagai benefit yang bisa membuat kualitas hidup pasien ginjal kronik lebih baik. Dari beragam penelitian di dunia, CAPD terbukti lebih baik bagi pasien ginjal jika dibandingkan dengan terapi cuci darah atau hemodialisis.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Jonny, Sp. PD-KGH menjelaskan CAPD merupakan metode cuci darah yang dilakukan melalui perut. Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum) yang memiliki permukaan luas dan diisi oleh jaringan pembuluh darah. Dimana pada prosesnya, pasien akan melakukan pertukaran cairan secara mandiri dan rutin.
"Ada beberapa hal kelebihan dari CAPD dimana penggunaannya sangat sederhana dan mudah," kata dr. Jonny kepada KlikQu, Kamis (15/12).
Adapun kelebihan dari pasien ginjal kronik yang menggunakan terapi CAPD ialah, pasien tidak perlu datang ke rumah sakit. Hal ini sangat menguntungkan karena pasien tidak perlu melakukan perjalanan pergi ke rumah sakit sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Pasien bisa fokus berada di rumah untuk memperbaiki kualitas hidup.
Benefit selanjutnya ialah pasien tidak akan tergantung pada mesin, pasien bisa bekerja dan bersekolah, dan CAPD tidak menggunakan prosedur bermain dengan darah. Poin terakhir menjadi penting karena banyak kasus ditemukan pasien HD menderita hepatitis B dan hepatitis C kaerena terlampau sering melakukan cuci darah.
"Sehingga risiko infeksi yang ditularkan melalui darah itu lebih rendah, seperti terkena hepatitis B atau hepatitis C. Karena tidak ada prosedur yang bermain darah maka tidak ada darah yang terbuang sehingga pasien tidak sering meminta transfusi darah," ujarnya.
Karena tidak memakai mesin maka secara kesehatan jantung pun akan lebih terjaga. Karena kalau memakai mesin otomatis jantung akan kurang baik dan tekanan darah menjadi drop. Apabila pasiennya masih memiliki sisa fungsi ginjal maka hal itu dengan CAPD bisa dipertahakan dan dikelola.
Sementara itu cara penggunaannya pun sangat sederhana. Dimana pasien hanya perlu melakukan pergantian cairan di dalam sebuah ruangan. Untuk menghindari infeksi hanya ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan memastikan ruangan tidak ada angin agar proses pergantian cairan berjalan optimal.
"Setelah semua selesai, kalian bisa kembali menyalakan AC , kipas angin, dan membuka jendela. Jadi dia harus disiplin menjalankan hal-hal yang sederhana ini," tutupnya. (ATR)