Jangan Khawatir, Batu Ginjal dapat Disembuhkan
18 Februari 2023
Ilustrasi gambar 3D batu ginjal pada manusia | Shutterstock Image
KlikQu - Meskipun menjadi salah satu faktor risiko penyakit ginjal kronik, Ahli Ginjal dan Hipertensi dr. Agung Tresna, SpPD-KGH mengajak seluruh pasien tidak perlu khawatir. Musababnya, dengan konsultasi ke dokter dan penanganan medis yang tepat maka tidak semua batu ginjal harus melakukan mekanisme operasi.
"Jadi masih bisa dengan tata laksana konservatif. Kita harus memberikan perhatian tapi tidak perlu panik," kata dr. Agung, Selasa (17/1).
Menurutnya, jika pasien memiliki batu ginjal berukuran diameter kecil maka tidak perlu terburu-buru harus melakukan operasi. Secara alamiah, biasanya batu tersebut akan keluar bersamaan dengan manusia mengeluakran urine rutinnya setiap hari. Pun, jika posisi batu tidak dekat dengan saluran urine maka juga tidak perlu melakukan operasi.
Adapun langkah preventif yang biasanya dilakukan tergantung pada kondisi si pasien itu sendiri. Misalnya, dokter akan melakukan perbaikan terhadap faktor risiko pasien. Jika pasien tersebut dikategorikan sering mengkonsumsi soda maka harus dikurangi atau bahkan dihindari terlebih dahulu.
"Atau punya asam urat tinggi kita turunkan kadar asam urat di dalam darahnya. Jadi dengan kondisi seperti itu dia bisa mengurangi faktor risikonya," ujarnya.
Baca juga: Mengenal Batu Ginjal, Penyebab dan Gejalanya
Sementara itu, jika batu tidak dapat keluar secara spontan dan sudah berukuran besar maka bisa dilakukan tata laksana dengan intervensi medis seperti litotripsi. Kondisi operasi tersebut bisa dilakukan jika batu ginjal membuat infeksi saluran kemih dan ada bukti penyumbatan disalurannya.
Langkah pertama yang dilakukan ialah tentunya dengan melakukan USG ginjal untuk mengetahui kondisinya. Melalui USG ini dokter bisa mengetahui apakah ginjal pasien membengkak dan pada kondisi tersebut dokter harus melakukan tindakan operasi.
Secara medis, terdapat beberapa jenis operasi pengangkatan batu ginjal. Pertama, Sistokopi atau operasi yang bertujuan untuk mengangkat batu di uretra dan kandung kemih. Kedua, Ureteroskopi atau operasi untuk mengangkat batu di ginjal dan ureter menggunakan ureteroskop (selang kamera).
Ketiga, Percutaneous Nephrolithomy atau Nephrolithotripsy (PCNL) yakni operasi batu ginjal dengan sayatan kecil untuk mengangkat batu dengan diameter 2 cm. Keempat, operasi terbuka yaitu kondisi operasi batu ginjal dengan ukuran besar.
"Nah operasinya bisa dengan ditembak dari luar atau kalau batunya besar kita harus bongkar ginjalnya," tutupnya. (ATR)