Mengenal Batu Ginjal, Penyebab dan Gejalanya
18 Februari 2023
Ilustrasi 3D batu ginjal pada manusia | shutterstock image
KlikQu - Memiliki nama ilmiah Nefrolitiasis atau urolitiasis, penyakit batu ginjal menjadi salah satu jenis penyakit yang harus diwaspadai. Musababnya, banyak dari masyarakat Indonesia yang menderita penyakit jenis ini dan jika tidak ditindaklanjuti sesuai dengan anjuran medis dapat menyebabkan permasalahan kesehatan yang cukup serius.
Ahli Ginjal dan Hipertensi, dr. Agung Tresna, SpPD-KGH menjelaskan batu ginjal merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh komposit seperti kalsium, fosfat, dan asam urat yang mengendap di dalam ginjal sehingga membentuk sedimen atau pengerasan. Dalam waktu yang cukup lama, jika hal ini didiamkan maka akan menjadi kristal yang menyerupai batu.
Seiring berjalannya waktu, batu tersebut tidak hanya mengendap di ginjal tapi juga bisa berjalan ke arah saluran kemih. Pada beberapa momen jika ukuran batu masih kecil maka bisa keluar bersamaan dengan urine, sementara yang sudah besar akan menganggu cadangan urine di ginjal, ureter, uretra, dan kandung kemih.
"Semakin membesar dia akan menyumbat dan setelahnya aliran kencing berkurang sehingga terjadi pembengkakan dan akhirnya merusak ginjal," kata dr. Agung, Senin (16/1).
Baca juga: Jangan Khawatir, Batu Ginjal dapat Disembuhkan
Lebih lanjut, menurut dr. Agung ketika batu ginjal sudah menyebabkan inflamasi terlalu tinggi maka bisa menyebabkan kelainan pada ginjal. Inflamasi atau radang merupakan proses fungsi pertahanan tubuh terhadap masuknya organisme maupun gangguan lain. Inflamasi merupakan reaksi dari jaringan hidup guna melawan berbagai rangsangan jahat atau mikroorganisme.
Seperti disebutkan sebelumnya, ketika ginjal mengalami kondisi kelainan maka pada tahap akhirnya ialah penyakit ginjal kronik. Laiknya Diabetes dan Hipertensi, batu ginjal juga menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit yang cukup mematikan ini.
Adapun gejala penyakit batu ginjal ialah sering buang air kecil, terasa sakit ketika buang air kecil, mual, jumlah uriene sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, dan nyeri pada perut bagian bawah, pinggang, dan area selangkangan.
Di Indonesia sendiri, dr. Agung mengajak masyarakat Bali untuk mewaspadai ancaman penyakit batu ginjal. Menurutnya angka penyebab kegagalan ginjal di Bali dikarenakan adanya batu. Setelah di telaah, ternyata masyarakat Bali memiliki bakat untuk berkembang memiliki batu.
"Jadi memang bakat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya batu ginjal. Kalau dia udah punya bakat, sering minum bersoda, makan yang mengandung garam berlebih, asam urat tidak terkontrol dengan baik, sering mengalami infeksi saluran kemih itu memicu proses batu terjadi. Bakat ditambah gaya hidup maka akan mempercepat terjadinya batu ginjal," tutupnya. (ATR)